Pertama kali ketemu Mas Ferry, ada rasa deg-degan, takut, malu-malu, tapi mau…hehe.
Tapi, sejak awal ketemu, memang sudah diniatkan, akan terima dia apa adanya dan akan mencintai Mas Ferry sepenuh hati dengan satu niat tulus untuk menikah. Ikhlas karena Allah.
As time goes by, hatiku berkata untuk memantapkan niat mendampingi “kekasih hatiku” menuju pelaminan. Dan, sedikit demi sedikit, Ferry mampu mengubah sikap childish-ku dan membuatku berpikir logis dan multi perspektif.
hmmm… cinta emang bisa bikin seseorang berubah…
dan gw rasa Ferry adalah orang yang tepat buat elo (eventhoughi’ never meet him b4), karean udah bisa bikin perubahan yang progress di kehiddupan elo…
salut buat elo Wid..finnaly u meet da right person in da right time..